11 FAKTOR YANG MENJELASKAN SOSOK JOSE MOURINHO BUKANLAH THE SPECIAL ONE

Prestasi Mourinho di dunia sepakbola sangatlah mengagumkan. Dia adalah pelatih pertama yang berhasil memenangkan gelar domestik di 4 liga Eropa dan merupakan bagian dari kelompok pelatih terbaik yang telah memenangkan Liga Champions dengan 2 tim berbeda. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jikalau dirinya begitu sombong. Bahkan, sifat egonya yang besar adalah entitas tersendiri.

Namun sang Goliat telah jatuh, Chelsea telah kehilangan lebih dari setengah pertandingan sejauh ini dan beberapa pemain terbaik mereka menjadi bayangan dari diri mereka sendiri. Rekor kemenangan mereka telah memudar dan kini Chelsea menempati peringkat 15 dalam klasemen sementara Liga Premier, yang berarti hanya beberapa poin diatas zona degradasi. Mereka yang awalnya mengklaim bakal mempertahankan gelar Liga Premier musim ini, tampaknya menjadi hal yang tidak mungkin terjadi.

Hal yang buruk terjadi, Mourinho yang secara khusus memproklamirkan dirinya sebagai ‘The Special One’ di depan dunia telah memecahkan rekor terburuk bagi Chelsea.

Berikut ini adalah 11 faktor yang menjelaskan jikalau sosok Jose Mourinho bukanlah ‘The Special One’, diantaranya adalah :

1. Dipecat dua kali oleh klub yang sama

Dia pertama kali meninggalkan Chelsea pada tahun 2007 setelah 3 musim masa kepelatihannya, saat itu ia dikabarkan memiliki hubungan yang buruk dengan sang pemilik, Roman Abramovich. Kekalahan Chelsea saat melawan Leicester City dengan skor 2-1, membuat dirinya diberhentikan oleh Roman.

Terdapat fakta bahwa seorang pelatih berprestasi seperti dirinya yang telah diberikan kesempatan melatih dua kali tidak semata-mata dapat menunjukkan hasil yang baik. Terlepas dari semua keadaan ini, Mourinho tetaplah menjadi salah satu pelatih paling top di dunia.

2. Berselisih dengan pemain The Blues

Mourinho dikabarkan sering berselisih dengan para pemain Chelsea. Itu adalah suatu hal yang kita belum tahu. Dia kerap membangkucadangkan beberapa pemain terbaik musim lalu, salah satunya Eden Hazard. Anehnya, ia selalu menawarkan tempat yang bagus untuk seorang Diego Costa yang jelas-jelas tidak menunjukkan peforma terbaik selama beberapa pertandingan.

Jangan lupa juga saat Nemanja Matic hanya datang ke lapangan sebagai pemain pengganti kala pertandingan tersebut menyisakan waktu 28 menit. Jelas, terjadi perselisihan antara Mourinho dan beberapa pemain.

3. Tidak mampu menembus peringkat empat besar

Mourinho selalu memiliki pandangan akurat disetiap pertandingan. Ia adalah sosok yang selalu percaya diri bahkan dirinya kerap berulang kali mengejek Arsene Wenger karena tidak pernah memenangkan Liga Premier semenjak dirinya ada di Inggris. Saat dirinya diwawancara oleh para wartawan terkait apakah Chelsea akan lolos ke Liga Champions, ia menjawab “Saya tidak bisa menjanjikan hal tersebut”.

Dan saat dirinya diwawancara sekali lagi pasca Chelsea menelan kekalahan atas Leicester City, ia mengakui bahwa tidak ada kesempatan bagi The Blues untuk menembus peringkat empat besar musim ini. Pertanyaannya adalah dimanakah letak kepercayaan diri seorang Mourinho sekarang?

4. Menerapkan strategi yang gagal

Sebagai pelatih terbaik, Mourinho tahu bagaimana membaca pertandingan dan mendapatkan hasil yang diinginkan. Chelsea mencetak gol lebih sedikit musim lalu namun tetap berhasil memenangkan gelar liga karena pertahanan mereka yang cukup terorganisir. Namun saat musin ini, para pemainnya tampak kebingungan karena mereka tidak yakin siapa yang akan dipilih Mourinho untuk dimasukkan ke dalam lapangan atau dibangkucadangkan.

 border=

Para pemain pengganti Chelsea jarang memberikan kejutan didalam pertandingan. Meskipun ini bukanlah alasan kegagalan Chelsea, namun faktor ini cukup memberikan kontribusi terhadap kinerja buruk mereka sejauh ini.

5. Perilakunya kerap dipertanyakan

Mourinho sudah mendapat banyak tekanan sejak musim 2015 dimulai dan jelas hal ini menyebabkan dirinya mengalami frustasi dengan sejumlah pemain. Perilakunya di musim ini sangat dipertanyakan, ia pernah menghina tim dokter Chelsea saat mereka pergi mengobati luka Eden Hazard, ia lalu mengkritik beberapa keputusan yang dibuat oleh wasit dan saat pertandingan Chelsea kontra West Ham, Mourinho diusir dari lapangan.

6. Mulai menjauhi media

Mourinho membuang kebiasaannya dengan menghindari acara konferensi pers pasca timnya menelan kekalahan dari West Ham. Ia diusir oleh wasit pada babak pertama dan pastinya menanggung sejumlah beban besar. Semua mata langsung tertuju pada sosok Mourinho yang berarti media pastinya memiliki banyak pertanyaan untuk dibahas. Namun tampaknya dirinya malu setelah timnya kalah dalam pertandingan tersebut.

Hal ini tentu aneh sebab dulu, Mourinho adalah sosok pelatih yang menyukai konferensi pers dan sering membuat pernyataan kontroversional.

7. Mengurangi pengajuan permohonan untuk pekerjaannya

Chelsea boleh saja menang kontra Dynamo Kiev dengan skor 2-1 dalam ajang Liga Champions, namun kekalahan memalukan saat menjamu Liverpool selalu menjadi mimpi buruk besar bagi Chelsea. Salah satu insiden yang paling menonjol dalam pertandingan tersebut adalah saat para fans Chelsea meneriakkan nama Mourinho sebagai bentuk dukungan kepadanya.

Para fans Chelsea menginginkan sosok Mourinho untuk menetap di Stamford Bridge namun Mourinho selalu berusaha untuk mengajak para fans untuk membiarkan dirinya bekerja.

8. Tak lagi menantang

Drama babak pertama Mourinho di West Ham terjadi sesaat pemain Chelsea terkena kartu merah, ia pun mengkritik keras insiden tersebut yang menyebabkan dirinya dikirim ke bangku penonton oleh wasit dan harus menyaksikan tim besutannya kalah. Ia pun harus mendapatkan hukuman larangan untuk tidak hadir ke stadion pada pertandingan berikutnya dan uniknya, Mourinho tidak mengajukan banding.

9. Sosok yang sudah berubah

Mourinho tidak pernah menjauhkan dirinya dari bahasa pikirannya. Apakah itu tentang rekan sesama pelatih tim lain di liga atau keputusan yang dibuat oleh petugas pertandingan dan bahasa pikirannya selalu melahirkan kontroversi. Ia adalah sosok pelatih yang selalu berdiri diatas kritik. Namun, mulutnya seolah-olah tertutup saat dirinya diusir dari lapangan. Ini berbeda jauh dimana saat dulu ia selalu memprotes sana-sini.

10. Pelatih pertama yang awalnya penuh dengan nilai kepercayaan

Kekalahan Chelsea atas Southampton menyebabkan dirinya menjadi sasaran empuk Roman Abramovich. Ini jelas bukanlah situasi yang ia sukai karena sang pemilik Abramovich terkenal karena sering memecat pelatih. Pelatih yang sudah memberikan gelar terbaik bagi Chelsea saja masih dipecat, apalagi yang memberikan gelar buruk?

11. Metode kepelatihannya menjadi pertanyaan

Pelatih Belgia, Marc Wilmots mengusulkan Eden Hazard agar hijrah ke Real Madrid karena dirinya takut jikalau Hazard bisa menderita kelelahan sebelum memasuki ajang Kejuaraan Eropa. Mantan pelatih Rusia, Fabio Capello juga mengklaim bahwa Mourinho sering memaksa pemainnya sehingga mengakibatkan kelelahan mental setelah melakoni beberapa pertandingan yang mengecewakan.

Mengingat masa kepelatihan Mourinho selama 3 musim di Real Madrid tidak begitu berhasil dan sekarang menangani Chelsea yang tengah terpuruk, para fans Chelsea mulai berpikir bahwa pernyataan Capello dan Wilmots bisa menjadi kenyataan. Sang pemilik, Roman Abramovich pastinya akan bertanya apakah Mourinho masih bisa memberikan piala bagi Chelsea dalam jangka panjang?